gambar-wali-kota-mojokerto-ingatkan-umkm-jangan-tergiur-pinjol-akses-kur-harus-jadi-pilihan-5smasxhd2e Wali Kota Mojokerto Ning Ita membuka kegiatan Capacity Building dengan tema peningkatan ekonomi daerah melalui pemanfaatan KUR syariah bagi UMKM, KKMP, dan kelompok tani

Wali Kota Mojokerto Ingatkan Umkm Jangan Tergiur Pinjol, Akses Kur Harus Jadi Pilihan



Kota Mojokerto - Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari mengingatkan para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), dan kelompok tani agar tidak mudah tergiur kemudahan pinjaman online (pinjol). Menurutnya, akses pembiayaan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang disalurkan perbankan jauh lebih aman dan mampu mendukung keberlanjutan usaha jika dimanfaatkan secara tepat.

Pesan tersebut disampaikan Ning Ita, sapaan akrab wali kota saat membuka kegiatan Capacity Building dengan tema peningkatan ekonomi daerah melalui pemanfaatan KUR syariah bagi UMKM, KKMP, dan kelompok tani di Balai Kota Mojokerto, Rabu (8/7). Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan perbankan untuk memperkuat literasi keuangan digital bagi para pelaku usaha.

Ning Ita mengatakan, kemudahan proses pencairan pinjaman online kerap menjadi daya tarik bagi pelaku usaha mikro yang membutuhkan tambahan modal. Namun di balik kemudahan tersebut tersimpan risiko besar yang dapat mengancam keberlangsungan usaha apabila tidak disikapi dengan bijak.

"Sekarang yang banyak menjerat masyarakat adalah pinjol. Karena prosesnya sangat mudah, cukup lewat telepon genggam uang bisa langsung cair. Kemudahan inilah yang akhirnya membuat banyak pelaku usaha mikro tergiur, padahal itu juga menjadi ancaman. Jangan sampai UMKM Kota Mojokerto, koperasi, maupun kelompok tani terjerat karena ketidakpahaman terhadap keuangan digital. Makanya hari ini kami memberikan literasi agar mereka terlindungi," tegasnya.

Menurut Ning Ita, Pemerintah Kota Mojokerto memiliki tanggung jawab untuk meningkatkan literasi keuangan masyarakat melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD). Upaya tersebut dilakukan agar pelaku usaha memahami akses pembiayaan yang legal sekaligus terhindar dari berbagai bentuk penipuan keuangan digital.

"Kami ingin melindungi masyarakat. Kalau pelaku UMKM mengalami penipuan terkait keuangan, usaha yang modalnya terbatas bisa langsung gulung tikar. Karena itu kami memberikan pemahaman literasi keuangan digital agar mereka tidak menjadi korban," imbuhnya.

Selain mengingatkan bahaya pinjol, Ning Ita juga mendorong pelaku usaha memanfaatkan fasilitas KUR yang disediakan perbankan. Menurutnya, modal usaha bukan persoalan sulit selama usaha yang dijalankan memiliki prospek dan dikelola dengan baik.

"Modal itu sebenarnya tersedia. Yang penting usahanya harus jelas, konsumennya jelas, maka akses permodalan juga akan lebih mudah. Melalui kegiatan ini pelaku UMKM bisa memperoleh informasi yang benar mengenai KUR sekaligus mendapatkan pendampingan agar usahanya berkembang dan naik kelas," pungkasnya. (Humas)