Kota Mojokerto - Pemerintah Kota Mojokerto terus memperkuat upaya percepatan penurunan stunting dan pengendalian penduduk sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. Komitmen tersebut disampaikan Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, saat membuka forum koordinasi isu strategis kependudukan dan stunting di Sabha Kridatama Rumah Rakyat, Rabu (17/6).
Menurut Ning Ita, sapaan akrab Wali Kota Mojokerto, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari megahnya infrastruktur atau tingginya pertumbuhan ekonomi. Lebih dari itu, kualitas sumber daya manusia menjadi faktor penting yang menentukan masa depan daerah.
"Yang kita bangun hari ini bukan hanya untuk saat ini, tetapi juga menjadi fondasi bagi pembangunan 10 hingga 20 tahun ke depan. Karena itu, isu kependudukan dan stunting harus menjadi perhatian bersama," tuturnya.
Pemkot Mojokerto, lanjutnya, juga terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat, akademisi, serta Badan Pusat Statistik (BPS) untuk memastikan data stunting yang digunakan benar-benar valid dan sesuai kondisi di lapangan. Data yang akurat dinilai penting agar program penanganan stunting berjalan tepat sasaran.
Selain fokus pada data, edukasi kepada masyarakat juga terus diperkuat. Ning Ita menilai peran keluarga, terutama orang tua, sangat penting dalam menjaga kesehatan anak sejak dalam kandungan hingga usia lima tahun guna mencegah stunting.
"Stunting tidak hanya terjadi pada keluarga kurang mampu. Ada juga kasus yang ditemukan pada keluarga pekerja. Karena itu, pemahaman dan perhatian terhadap pola asuh anak harus terus ditingkatkan," katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Ning Ita juga menyoroti pentingnya memanfaatkan bonus demografi yang saat ini dimiliki Indonesia. Menurutnya, jumlah penduduk usia produktif yang besar dapat menjadi kekuatan pembangunan apabila dibekali keterampilan dan kesempatan kerja yang memadai.
Ia mengungkapkan, pemerintah pusat telah membuka berbagai peluang pelatihan dan penempatan kerja bagi lulusan sekolah menengah, termasuk kesempatan bekerja di luar negeri setelah mengikuti pelatihan dan sertifikasi kompetensi. (Humas)

